Nostalgia, Kemping Di Gurun!

Sesampainya Kami di Abu Dhabi tahun 2015 lalu, kawan dekat menyarankan untuk cari perlengkapan kemping. Paling tidak punya tenda buat dan kursi pantai, lah! Karena termasuk keluarga yang suka main dan ada budget, jadilah semua peralatan Kami beli. Karena sewaktu datang masih musim panas, jadilah Kami menunggu hingga musim dingin tiba.

seru kemping di gurun!

Di tahun pertama pindah itu, Kami belum banyak kenal kawan. Dan kebetulan ketika agenda liburan pun dialihkan ke tempat lain. Tapi keinginan kemping masih ada, loh! Jadilah Kami kemping di balkon rumah lantai 7. Ampun ... ga lagi-lagi deh hahah meski pake sleeping bag, tapi badan ibunya ini berasa remuk karena alas yang keras terasa (atau mungkin ibu kurang lemak yah? hehehe) #adayangprotes angin pada musim dingin pun relatif keras. Di lantai 7 pun sudah terasa seperti mau menerjang tenda ke kiri kanan. Anehnya, anak-anak bahagia aja, padahal ibunya uda pengen masuk dan tidur di kamar :D

Kesampaian tuh kemping pertama akhirnya belum ke gurun, tapi ke sebuah tempat perkempingan umum di Al Ain saat saya hamil besar ;p Nekad aja ikutan saking penasaran, trus di sana deket sama toilet. Untungnya nih, sebagai bumil ga bolak balik WC pas malam, meski ada juga sih sekali 2 kali #lelah :D Tapi pengalaman pertama benar-benar Kami nikmati.

Tahun pertama juga, keluarga kami kedatangan anggota keluarga baru saat masuk ke musim panas tahun berikutnya. Liburan musim panas pun 3 bulan Kami pulang ke Indonesia. Jadi ... singkat kata barulah tahun kedua ini Kami kesampaian liburan di gurun. Plusnya bawa bayi 7 bulanan kali waktu itu ya hahaha

Kami pernah juga kemping (ehm, pulang hari sih ini ;p) di pinggir pantai.
Sama-sama pasir dengan nuansa berbeda

Deg-deg-an pasti, takutnya adek rewel ga enak tidur. Sudah gitu, takut kedinginan, takut ga mau makan dan sederet was-was tapi ibunya penasaran pengen ikutan kemping. Oh iya, anak-anak sama bapaknya sih, pernah juga kemping bertiga bareng keluarga lain orang Indonesia. Tapi karena adek bayinya masih kecil banget, jadilah ibu memilih stay di rumah istirahat dan lipetin baju #nasib

Dari pengalaman beberapa kali kemping di gurun dengan membawa bayi, sih, Saya bisa simpulkan beberapa hal. Sekalian menuliskan tips buat yang mau cobain kemping untuk pertama kalinya. Soal tempat sebenarnya hampir sama-sama ada cabarannya masing-masing, yang penting persiapan matang karena kalau kelupaan bisa jadi susah buat mencari lagi (maklum di tengah gurun atau hutan bow!)

1.    Keuntungan kemping di gurun adalah Kering! notabene kalau ga ujan, ya, Tapi sejauh Saya kemping berkali-kali emang jarang hujan sih, di gurun. Bisa dihitung frekuensinya setahun paling banyak 10 kali lah. Jadi, beda memang dengan kemping di Indonesia yang relatif lembab tanahnya, basah karena embunnya dan mungkin becek sekitarnya. Yang jadi kendala hanya pasir yang kebawa masuk ke tenda. Jadi kalau mau tenda bersih, sediakan vacuum tangan, Vacuum jenis ini biasanya harus dicharge dari rumah. Jangan sampai lupa!

vacuum sejenis ini bisa juga dipakai untuk mobil (sumber foto: jakartanotebook.com)

2.     Kami tipe yang kalau kemping maunya senang-senang. Anak senang ortu juga santai. Anak-anak bakalan seru main-main pasir dan lari-larian ...  malah pernah keseruan malah bakar barang-barang sampah ke api unggun #jangandititu Karena itu, Kami memilih kemping bareng-bareng keluarga lain. Para Bapak biasanya main kartu dan ibu sih ga jauh-jauh dari rumpi. Sedangkan ibu menyusui seperti saya, mostly akan ada di tenda menyusui dan kalau keliatan anak bisa di tinggal akhirnya bisa gabung dengan yang lain.

seru pas ngumpul cerita-cerita. bagian cerita serem bikin mengkerut hahaha

Perlengkapan kemping itu banyak banget! Mulai dari lampu senter buat anak, alat bakar barbeque, meja, tiker dan sebagainya. Jadi kalau pergi barengan bakalan lebih mempermudah logistik kemping. Jadi kan bisa bagi-bagi bawanya :)

3.     Di gurun juga dingin, di hutan bisa basah. Jadi kenakan pakaian yang tepat. Menutup badan dengan jaket, kepala anak dengan kupluk/jilbab, leher dengan syal atau jari dengan sarung tangan, jangan diabaikan demi kenyamanan kemping.

Gaya Mas dan Ceu2 demi menepis angin masuk ke badan hehehe jaga-jaga aja!
Makan yang banyak juga ga boleh lupa biar badan tetap fit buat main lari-larian

4.     No diet! Serunya botram kalau kemping. Bukannya kurang makanan, malah melimpah sampai kekenyangan. Serunya karena dingin, makanan pun ga gampang basi dan bisa dihangatkan besok paginya untuk sarapan.

Makanannya itu melimpah banget!

Karena bawa bayi, sediakan makanan untuk dia sendiri. Saya suka bawa makanan instan dalam botolan kaca, roti dan pisang. Itu yang paling mudah buat bayi dan kebenaran cocok. Selebihnya bisa ditambah cemilan-cemilan bayi.

Makan pasir sedikit ga pa2 ya, Dek! Sehat!

5.     Anak dan orang tuanya harus prima. Namanya lagi kumpul, baik anak maupun ortunya pasti bergadang. Usahakan anak-anak tidur dulu di dalam perjalanan, supaya lebih segar nanti pas sampai.

6.     Siapkan air bersih untuk minum dan ke toilet. Khusus untuk kebutuhan toilet ini, ada toilet kemping yang bentuknya kecil mirip wc umum di jalan tapi berbahan kemah. Toilet ini mudah diangkat pindah ke tempat lain setelah digunakan.

7.     Foto dengan background matahari terbenam dan terbit di pagi hari. Bakalan keren dan instagramable banget!

adek udah lulus kemping! dia seneng banget main pasir dengan bebas!
Foto keluarga dengan Sunrise. Ga keliatan belum mandi, kan? hehehe

Karena sudah meninggalkan gurun, jadilah penasaran kemping di Indonesia juga. Modalnya kebayang masih sama, sih! Berpakaian tepat, makanan yang banyak dan penerangan yang cukup. Hanya karena iklim beda, ehm...mungkin basah dan WC itu jadi cobaan banget kalau di sini hihihi Ada yang punya referensi hutan yang ada WCnya?

Mau coba juga glamping ... glamor kemping, tea! Tapi ya, budget harus disesuaikan tentunya. Pernah lihat di salah satu situs, karena sedang "in" mau reservasi pun harus jauh-jauh hari. Tunggu engga "in" dulu apa ya? :D