Selai Kacang Untuk Saus Batagor? Intip Resepnya Di sini!

Salah satu makanan andalan Saya itu adalah Bumbu Kacang!

Kelihatannya sih, simpel banget. Tapi jangan salah loh, dibalik kesederhanaannya, bumbu kacang resep saya ini banyak yang memuji #tsahh
Dan lewat tulisan kali ini, saya punya kesempatan membeberkan rahasianya dengan sejujur-jujurnya.

Jadi ceritanya awalnya, sih, berawal dari ketertarikan mengenalkan makanan Indonesia ke kawan-kawan suami yang notabene bukan orang Indonesia. Saat itu, saya sedang menemani suami yang bekerja di kota Aachen, Jerman. Sebagai orang baru, sopannya kan mengenalkan diri dan supaya hemat, kuncinya adalah mengajak mereka makan di rumah daripada harus ke restoran #bukanpelit #penghematan

Dok. Pribadi. Menjamu tamu kala itu kelihatan sangat mewah dengan masakan sendiri.

Pilih-pilih menu yang bisa diterima oleh orang bule sebenarnya cukup bikin putar otak juga. Ada kekuatiran mereka tidak cocok dan akhirnya engga makan masakan saya. Takut jadi di mubazir, kan?! :(

Salah satu menu yang kemungkinan besar bisa diterima banyak orang adalah Baso tahu ala Ibu Tia. Saya memilih bahan isian tahu yang mudah dari olahan ayam dan udang giling. Saya juga bikin pangsit goreng dari isian tahu yang sama. Tahunya agak sulit di dapat, harus belanja di toko bahan makanan asia. Tapi selama masih bisa dimasak dan jadi makanan yang bisa dimakan, sudah cukup senang, sih!

Selain baso tahu (atau bisa dibilang batagor juga itu) ada satu menu lain yang selalunya saya sandingkan dengan saus kacang. Saya rasa orang mana saja cukup familiar dengan yang namanya Sate Ayam. Siapa sih, yang engga suka barbeque-an? Setahu saya, orang bule pun punya kebiasaan memasak daging dengan cara dipanggang mirip sate, hanya tentu saja bahan daging dan bumbunya bisa berbeda.

Yang agak kesulitan untuk masak menu batagor dan sate adalah bahan bumbunya. Maklum saja, di Aachen tidak tersedia toko bahan makanan Indonesia. Ada sih, toko Asia yang menjual bumbu-bumbu masakan produk Thailand, Cina dan Malaysia. Tapi kalau ditanya harga, jangan sampai sakit hati. Soalnya harganya mahal banget, bisa berkali-kali lipat kalau dibandingkan di pasar Indonesia! Tapi namanya lidah engga bisa dibohongin, tetap juga beberapa bahan makanan yang sudah engga bisa ditolerir harus pake dibeli juga di sana.

Nah, begitu juga dengan bahan bumbu sate ini. Beberapa bumbu seperti ketumbar, dan kacang tanah dengan terpaksa harus dibeli di sana. Untuk ketumbar mungkin tak semua akan pakai ya untuk bumbu rendaman dagingnya sebelum ditusuk, tapi kalau kacang tanah sepertinya tak mungkin kalau tidak dipakai sebagai materi inti bumbu kuah siram sate ayam. Betul engga?

Untungnya saat itu ada kawan sesama orang Indonesia yang sudah lama tinggal di sana menyarankan menambahkan Peanut Butter ke dalam adonan kuah kacang bumbu sate. Alasannya, cita rasa peanut butter sama seperti kacang tumbuk namun secara harga lebih murah karena tersedia di hampir semua supermarket dengan berbagai merk. Sst ... kalau pas lihat banyaknya merk peanut butter di sana, bisa dikatakan sangat banyak artinya orang sana gemar dengan selai kacang semacam ini.

Pic by Sari Agustia

Sebelum lanjut, saya mau cerita sedikit. #foodhack semacam ini tidak hanya dengan selai kacang saja. Saya pada akhirnya terbiasa menyajikan masakan cita rasa Indonesia yang disesuaikan dengan keadaan setempat. Sebut saja, urap daun rucola, rebusan daun singkong yang diganti daun kale, kelapa parut untuk urap dari kelapa parut instan yang saya kukus, sampai sambal ijo yang warnanya merah karena tomat ijo jelas-jelas tak bisa ditemukan di sana. Sejauh ini, sih, rasanya tidak jauh beda dan masih bisa dinikmati dengan lahap sama pak suami.

Dok. Pribadi. Isian urap disesuaikan, bumbu kelapanya dibuat dari
kelapa parut instan yang biasa buat kue

Balik lagi ke #foodhack peanut butter ini, pada akhirnya saya pun selalu tambahkan selai kacang dengan rasa original, tanpa gula, ketika memasak bumbu sate. Hasilnya? Luar biasa memancing orang untuk nambah lagi dan lagi bumbu dan satenya! Sampai-sampai ada kawan suami yang pesan khusus bumbu sate ala Ibu Tia saking sukanya. #peluangbisnis

Menambahkan selai kacang ke dalam tumisan bumbu membuat bumbu lebih pekat dan ada tekstur creamy di lidah. Tambahkan air supaya kekentalannya pas dan selai tidak mengumpal. Karena tekstur selai sangat halus, saya masih suka memasukkan kacang tanah yang sudah ditumbuk kasar supaya ada tekstur gerinjil di lidah. Yang perlu dilakukan hanyalah memainkan komposisi air, banyaknya selai kacang dan kacang tanah yang ingin ditambahkan ke dalam bumbu kacang.

Penasaran sama resep lengkapnya? Saya kasih, deh, semuanya buat Kamu!

Bahannya sudah punya belum?

Dok. Pribadi. Bahan utamanya!

  • Bawang merah
  • Cabe merah dan rawit, jika mau pedas
  • Garam
  • Gula merah (optional tergantung kandungan gula yang sudah ada di selai kacangnya)
  • Kecap manis
  • Cuka atau jeruk nipis
  • Kacang tanah tumbuk
  • Minyak untuk menumis
  • Air
  • Dan tentunya Skippy Peanut Butter


Saya memang sengaja pilih Skippy karena merk yang terpercaya. Saya pilih yang bentuknya creamy supaya ada kesan gurih dan tidak kering karena ada minyak yang dihasilkan peanut butter. Skippy ini sudah ada rasa manis berkrim gitu. Dicocol pake jari pun bikin ade yang ikutan masak juga doyan. 

Dok. Pribadi. Yah, begini namanya masak sama bocah! :D

Karena sudah manis, hati-hati jika menambahkan gula (untuk skippy bisa di-skip dan bikin hemat gula di dapur). Jangan sampai nanti masakan Kita jadi berasa kaya dessert ;p

Nih, dia cara membuatnya!

Dok.pribadi Langkah-langkah masaknya. 

  1. Haluskan bawang merah, cabe merah dan rawit.
  2. Panaskan minyak dan tumis bumbu halusnya hingga tercium aroma harum yang menandakan bumbu sudah matang.
  3. Tuangkan beberapa sendok Skippy Peanut Butter dengan menggunakan sendok, aduk rata.
  4. Beri air dan aduk rata supaya tidak menggumpal. 
  5. Taburkan kacang tanah tumbuk sesuai selera untuk memberi tekstur di lidah. Aduk rata. Jika terjadi gumpalan, maka matikan kompor sejenak.
  6. Beri bumbu-bumbu perasa, seperti garam, kecap manis dan cuka. 
  7. Jangan lupa untuk selalu merasa masakan kita sebelum dihidangkan. 
  8. Perhatikan juga pemberian cuka atau jeruk nipis hanya untuk memberikan rasa asam sedikit pada bumbu kacang.
Dok. Pribadi. Kebetulan belum punya cocolan sate atau baso tahu.
Tempe atau kerupuk pun bisa jadi cocolan enak, kok!

Mudah sekali, bukan? Saya yakin Kamu bisa meniru resep ini dengan mudah. Saya termasuk pemasak otodidak yang tidak pernah pakai takaran kala memasak, kecuali untuk kue. Karena itu pula saya tidak memberikan takaran pasti untuk resep di atas. Dikira-kira aja, ya, yang pas di masing-masing lidah. Perhatikan saat memasak untuk memberikan garam dan gula sedikit demi sedikit dengan tidak lupa selalu mencoba sedikit demi sedikit supaya dapat rasa yang pas di lidah.

Yang pastinya sih, berbagai gaya makanan bisa diolah karena keterbatasan dan demi memanjakan lidah yang selalu haus akan makanan berbeda. Kalau saya mau menikmati Selai Skippy yang beda, ya, saya pilih menu ini, deh!

Selamat mencoba #foodhack yang satu ini!


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.