Menulis Politik Mengelitik. Cocokkah Saya?

Setelah hampir 3 bulan menjadi penulis lepas di salah satu platform media online, banyak pelajaran berharga didapat di dunia menulis, terutama artikel. Saya juga bersukur karena keikutsertaan ini didukung dengan info-info penting dari grup pendukung.

Menulis artikel untuk menarik pembaca menjadi tantangan yang luar biasa sulit untuk saya. Karena tema tulisan yang dibilang menarik bagi yang nulis. belum tentu sama pikirannya sama yang baca. Nah, berhubung bukan cenayang ... jadi yang lewat juga banyak. Malah yang ternyata perhatian pembaca itu artikel yang tidak disangka-sangka hehehe

Udah donlot aplikasi media online UC News apa belum?


Tapi menariknya menulis artikel bikin candu. Menjaga konsistensi menulis tiap hari ini bisa jadi cara baik untuk membiasakan diri menulis. Engga sesimpel yang dipikirin juga ternyata! Perlu waktu beberapa untuk riset dan menulis, setelah tema didapat. Yang lucunya, malah ketika sudah riset bahan, kok, malah nemuin ide lain yang kayanya lebih nampol buat pembaca ;p Mau nulis ada gangguan, udah biasa! Kadang suka kesel juga mau konsentrasi, kok, susah banget. Tapi di situ seninya, saat sudah tayang 1 aja artikel, rasanya lega ... pake banget! Pas gilirian ditolak (wekwewww!) langsung lemes hahaha

Di platform tempat saya nulis, ada apresiasi atas tulisan yang bisa dikatakan BAIK. Jadi meski bisa jadi tidak banyak yang membaca, tapi intern media mengapresiasinya lewat nilai dari editor intern. Bahkan ada peringkat-peringkat penulis yang kemudian bisa diapresiasi lewat rekomendasi artikelnya untuk ditawarkan dibaca banyak orang. Untuk naik perigkat ada indikator-indikatornya, seperti tingkat keaktifan, originalitas, pengaruh, dan konsistensi. Kompetisi menulis pun bisa jadi sumber untuk mengumpulkan pundi-pundi jika menang. Ada rekomendasi-rekomendasi tema menulis yang harapannya memaksimalkan jumlah pembaca.                                                                                                                                                                               
Nah, yang lucu adalah saya dapat temanya Sosial Politik, khusus pilgub Jabar.

Ekspresi langsung berubah pas dikasih rekomendasi politik wahahah



Nah, pas dapat tema ini, yang ada malah bete dong. Terus terang memang pemerhati baru politik sejak tahun 2014 ... tapi pemerhati amatir. Tertariknya karena orang rumah yang sering ngobrol. Udah gitu pas lagi ramenya pileg dan pilpres 2014 lalu. Sebagai yang kembali memilih, jadi mulailah nulis status berpihak kepada calon. Tapi justru karena itu, sekarang malah lebih hati-hati untuk menulis tema politik karena berpotensi timbul gesekan SARA yang menurut saya "GA Banget!"

Ketertarikannya cuma level intern itu yang belum pernah ditulis untuk artikel. Tanpa sumber yang jelas tentunya sangat bisa berpotensi jadi HOAX.

Adanya tantangan UC News memang bikin penasaran. Tapi menulis tidaklah seru kalau mudah.

Karena ingin banyak yang baca, saya mencari topik yang kontroversi (cukup lama juga cari temanya, loh!). Berusaha menullis dengan berimbang, tulisan pertama saya mengulas kenapa tingkat elektabilitas Deddy Mizwar, yang notabene seorang artis itu tertinggi, di Jawa Barat. Sorotan sebagai artis tentunya punya nilai plus, sehingga sepak terjang beliau tidak pernah hilang dari berita. Tapi, ada catatan juga sepanjang sejarah beliau menjadi wagub periode terdahulu yang saya catat sebagai penyeimbang. Tayang? Yes, berhasil tayang ... Meski sumbernya jelas dari situs terpercaya, tak lama berselang dihentikan, alias offline huhuhu
Alasannya tema atau tulisan tersebut sensitif, sehingga pembaca tidak suka. Well, namanya nulis soal jagoan orang, bisa saja ada yang tidak suka.

Akhirnya nulis yang ini, Menyambut Duet Deddy - Dedi Di Pilgub Jabar. Bagaimana Peluang Mereka?

Semua sumber, termasuk gambar, ditulis dengan jelas

Setelah Deddy Mizwar tak jadi tayang akhirnya, saya menulis lebih netral. Saya mengupas peluang duet Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi, yang kemarin-kemarin masih wacana itu. Sumbernya kembali jelas. Mengupas elektabilitas Deddy Mizwar dan dukungan terhadap Dedi Mulyadi. Tayang ... dan aman. Lebih dari aman, malah saya amaze juga dengan banyaknya yang membaca.

Lebih kaget dan senang lagi, ketika terpilih sebagai penulis terbaik nomor 7 tema sosial politik yang direkomendasikan UC News hahaha

Screen Shoot duyu dong! Biar jejaknya ga ilang wakakaka

Kok bisa? Memperhatikan rekan lain yang terpilih. Saya perhatikan beberapa hal:

  1.  Dalam menuliskan opini, argumentasinya harus jelas. Salah satunya menulis tentang salah satu kandidat yang seolah-olah "terpasung" oleh partai pendukungnya. Artikelnya aman karena alasan opininya jelas, bukan maksud nyinyir atau mematahkan pihak lain.
  2. Judulnya bukan memancing kontroversi. Menarik dan tidak sifatnya personal.
  3. Pembahasannya lugas, ga muter-muter biar panjang.
  4. Kalau ada gambar bukti ditampilkan. Seperti kontra politik dalam bentuk surat.
  5. Dan selebihnya adalah Luck hahaha bahwa orang merasa ok dengan pemaparannya. Karena yang namanya politik adalah perang argumentasi dan keberpihakan. 
Berpihak! Itulah yang seharusnya tidak dimiliki oleh jurnalis. Makanya susah juga jadi jurnalis menulis berdasarkan hal aktual dan real. Ketika apa yang ditulis adalah opini, semacam artikel saya ini, maka yang diperlukan adalah rasa. Mau ga berpihak, bakalan keliatan aja kalau memang kurang sreg dengan apa yang ditulis.

Nah, berhubung Saya belum berpihak (sudah kalau liat-liat kemungkinan, sih hahaah), akhirnya saya putuskan nulis juga tentang Ridwan Kamil.

Hayo, jadi bingung milih yang mana?


baca juga Sepak Terjang Ridwan Kamil Di Pilgub Jabar

Pada kenyataannya, namanya politik lincah banget. Tadinya dikasih prediksi A sekarang jadi B. Tadinya musuhan sama C sekarang malah mesra mengandeng calon yang sama hahaha. Seru? Iya kalau bisa ngobrolinnya tanpa otot. Sayangnya belum banyak yang bisa menilai secara objektif. Balik lagi lah, namanya rasa terserah aja. Pas udah kepilih terus salah? Ya resiko namanya pilihan.

Masih mau nulis? Mau! Tapi tonton dulu, lah, macam mana pilkada 2018 ini berjalan hehehe Bakalan jadi tahun yang seru, nih, buat yang suka nulis politik.

Bonus artikel nih, apa karena nulis hal ini ya, jadi malah dapat rekomendasi politik? ehm ...

Berita tentang tokoh Papah Minta Saham yang masih heboh kasusnya di persidangan, Berani Karena Salah, Takut Karena Benar

Atau cerita Ahmad Dhani yang kena batunya karena cuit di twitter, Tips Untuk Ahmad Dhani; Mengubah Cuitan Seindah Lagu Gubahannya.

Politikkah?

Mau numpang iklan juga yah, buat yang belum follow akun UC News Saya di akun Sari Agustia untuk artikel bertema sosial (lifestyle) dan inspirasi ... dan politik hahaha