Mengunjungi Museum, Wisata Anak Yang Mendidik dan Menghibur

Hampir di setiap tempat yang Kami kunjungi kala liburan pasti mencari yang ramah anak. Alasannya supaya semua happy! Anak ga rewel sudah pasti ortunya juga senang, kan?! hehehe Selain masalah harga tiket masuk, sudah barang tentu tempat hiburan yang anak lebih bisa mengambil manfaat akan lebih diutamakan. Salah satu destinasi dengan kriteria tersebut adalah museum.

Sewaktu Kami masih tinggal di eropa, berkunjung ke museum menjadi agenda rutin kala berlibur. Soalnya museum di sana sangat murah dan bagus penataannya. Contohnya saja waktu Kami berlibur di London. Wajib sekali untuk mengunjungi Natural History Museum dan Science Museum London. Letaknya bersebelahan, keduanya sama-sama sangat besar, sehingga tidak cukup hanya mengunjunginya sehari. Kalau sudah tahu begitu malah ingin ke sana berulang kali. Gratis pula, ok, banget buat yang tinggal di sana!

Lalu gimana ketika jalan-jalannya di Indonesia?

Wajib foto di depan pintu hehehe

Karena orang Bandung, saya termasuk pemerhati museum yang ada di Bandung. Salah satunya, Museum Geologi di Jalan Diponegoro. Maklum suami pun orangdari latar belakang keilmuan tersebut, alhasil sudah 2x setidaknya anak-anak mengunjungi museum ini. Sebelumnya pun, saya sendiri pernah kemari, sudah lama sekali.

Museum Geologi termasuk yang dirawat dengan baik dari segi bangunan, kelengkapan alat dan materi pajangannya. Bahkan media pajangannya sudah meliputi unsur sentuhan, video dan audio. Bagian sentuh menyentuh tentunya anak-anak suka banget. Meski kalau penjelasan panjang, mereka pun pergi juga hahaha

Ga mau kalah, mejeng dulu ma dinosaurus!

Sebagai museum yang mendokumentasikan segala hal tentang geologi, bagian dinosaurus adalah yang paling favorit. Mereka bisa lama di sana, lihat-lihat fosil sampai susunan tulang belulang dinosaurus yang utuh dibuat berdiri. Harus banget lah, difoto di situ hihihi

Bagian batuan dan hal-hal lain, lebih menarik mata karena warna-warnanya yang menarik. Alat peraganya pun banyak juga di bagian tersebut, salah satunya teori big bang.

Pergi ke museum bersama anak, tentunya akan beda konsentrasinya jika pergi sendiri atau dengan orang dewasa lain. Anak-anak relatif lebih cepat bosan jika hanya disuruh jalan melihat gambar atau patung. Karena itu, media sentuh biasanya akan lebih menarik.

kalau yang disentuh gini bisa aja rebutan adek kakak ;p

Selain ragam yang dilihat, ke museum dengan anak harus mempertimbangkan beberapa hal ini, sesuai dari pengalaman saya pergi dengan anak-anak beberapa kali sebelumnya:

1.     Pilih museum yang temanya anak sukai atau memang diperuntukan untuk anak. Jangan paksakan pergi ke museum yang temanya hanya untuk orang dewasa. Misalnya, museum batik, atau museum perang dunia ke II.

2.     Perhatikan jam buka museum. Sebaiknya Kita dan anak sudah kenyang dulu ketika masuk. Karena kalau sampai terpotong jalannya karena lapar sangat disayangkan.

Eyang, sih, duduk manis aja nungguin anak-anak ini explore semua bagian.
Makanya ga cukup bentar ke museum.

3.     Searching dulu kira-kira bagian mana yang ingin dilihat. Jika museum sangatlah besar, dan ada banyak bagian yang ingin dikunjungi, maka sebaiknya beri waktu lebih dari 1 hari untuk datang kembali.

4.     Umumnya di museum tidak boleh makan dan minum. Pastikan jikalau pun ingin minum, jangan sampai tumpah mengenai alat peraganya. Kalau makan mungkin akan lebih susah dan tidak dianjurkan.

5.     Biasanya ada tempat menitipkan barang-barang bawaan sehingga lebih leluasa dan ringan saat mengeksplorasi museum. Bawa barang penting dan secukupnya. Kamera foto jangan sampai lupa untuk mengabadikan momen berharga!

Di Museum Geologi Bandung ada bagian yang menganalisa bencana alam di Indonesia.
Cocok untuk ilmu pengetahuan anak

6.     Ajarkan anak untuk tidak berteriak, tertawa terlalu kencang atau berlarian di ruangan museum karena bisa mengganggu ketenangan orang lain dan berpotensi bahaya bila mengenai alat peraga. Berlarian di kala banyak orang pun akan berpotensi membuat anak terpisah dari orang tuanya.

7.    Etika berfoto adalah menunggu giliran selesai orang lain mengambil gambar. Menggunakan pencahayaan yang tidak menyilaukan.

8.    Dilarang mengutip, merusak atau mengambil barang peraga.

Ada juga alat peraga yang seperti mainan macam ini. Digoyang berasa simulasi gempa.
Kalau ini sih, masih bisa tahan dan ketawa. Kalau benar ehm...jangan sampai deh!

9.    Supaya nyaman, adik kecil bisa duduk di stroler atau kereta dorongnya. Kalau ibu harus gendong pun sudah ga kuat hahaha

ehm, bukan aturan yang rumit, kan? Yang utamanya selalu menjaga keamanan, kebersihan dan keadaan barang dan alat peraga yang ada di setiap museum yang Kita singgahi.

Selamat berwisata museum!