Kalau Bareng Anak, Pilih Travelling Ala Ransel Atau Koper?

Namanya bepergian, apalagi untuk liburan, pasti perlu budget tambahan yang lumayan. Apalagi kalau anggota keluarga Kita memang banyak. Pada akhirnya, buat Saya dan Suami, agenda liburan harus disesuaikan dengan budget yang ada. Tapi, terus terang, dalam setiap liburan kenyamanan anak-anak itu yang utama. Tapi ukuran nyamannya seperti apa, ini cerita lengkapnya!

Beruntung Kami sekeluarga pernah tinggal di benua Eropa karena suami bekerja. Di sanalah Kami mengenal bagian dari negara lain yang berbeda 180 derajat dari Indonesia. Di Indonesia hangat, di sana kebanyakan dingin. Di Indonesia mobil selalu siap, di sana Kami belajar naik kendaraan umum. Sampai, di sana ga ada cicak, sedangkan di sini banyak di atas plafon hahaha Tapi, bukan maksud tidak bersukur. Memang keadaannya sudah beda aja.

Keberadaan Kami di sana, tentu bikin mupeng buat jalan-jalan keliling Eropa. Wajar dong, sudah dekat! Kalau dilihat dari segi tiket pesawat misalnya, kan, lebih murah juga. Kalau menghitung sekarang, sih, masih mikir-mikir buat liburan ke sana dari Indonesia (apalagi dengan anak 3) 😝
Jadi, karena alasan itulah Kami konsentrasi bisa jalan-jalan ke beberapa negara sekitar.

Bisa ga jalan-jalannya pake ini? #otopet
Kangen masa-masa naik sepeda dan otepet ke sekolah :)

Untuk bisa mewujudkan hal itu, memang Kami memilih travelling ala Ransel dengan bawaan ala Koper (anak 3) wakakaka.

Seperti apa ceritanya? Begini loh ...

Visa

Dengan adanya Uni Eropa, bagi yang berdomisili dengan visa tinggal boleh bepergian tanpa visa ke negara tetangga sesama union. Visa Schengen mencover seluruh negara unionnya jika bepergian dari Indonesia. Lebih hemat kan, Saya justru saat itu bisa haratis.

Transportasi Ke Tempat Tujuan

Jalur kereta di benua Eropa itu hampir semua sudah saling bersambung. Jadi dengan mudahnya pergi dari satu negara ke negara lain dengan Kereta Api. Tiket kereta api masih lebih murah daripada pesawat terbang. Namun, ada juga tiket kereta yang kelas VIP pun lumayan lebih mahal harganya. Kami pernah mencoba semuanya demi mendapat semua pengalaman.

Saya lebih suka naik kereta. Banyak yang dilihat dan anak-anak cenderung ga bosan

Bahkan pernah saking penuhnya, Kami memesan tiket tanpa tempat duduk. Dan benar saja ga kebagian kursi hahaha padahal waktu itu bawa anak 2 plus koper dan stroller anak. Benar-benar ujian kesabaran. Mungkin karena kasihan, akhirnya Saya, sih, dapat tempat meski suami mengelar diri di lantai kereta.

Penginapan

Ini penting banget karena sebetulnya buat Kami tempat menginap ini sebaiknya ada fungsi dapurnya. Karena bawa anak-anak, supaya hemat dan selera juga sesuai, saya suka bawa beras, atau makanan tambahan lain yang bisa dihangatkan. Di sinilah pentingnya kulkas dan kompor. Kalau dibandingkan dengan hotel bintang, tentunya jadi mahal banget kalau pesan kamar VIP atau sejenisnya. Jadilah bapaknya anak-anak suka menyewa apartemen sewaan harian yang mudah dijumpai di situs-situs penyewaan.

Umumnya, rumah-rumah yang disewa itu bersih dan aman. Tersedia alat masak standar buat rebus mie, masak nasi dan menghangatkan makanan. Anak-anak aman bisa bawa bekal, dan ortunya pun bisa puas dulu sarapan.

pulang suka kemalaman. Jadilah bangun pagi pun lebih siang dari para wisatawan lain hahaha
Tapi namanya liburan, memang saatnya bersantai, ya?!

Lebih mau hemat? Nebeng tempat kawan ... itu juga kalau ada. Memang namanya juga nebeng, jadi harus sopan. Ikut bersihin kotoran abis makan, beresin mainan sampai mungkin beliin makan malam buat serumah. Tapi, kalau memang yang diinapin kawan baik, pasti senang-senang aja, kok! Pokoknya harus hormat sama aturan rumahnya, ya, Mak!

Transportasi Umum atau Bis Pariwisata

Di kota-kota yang memang sudah jadi ikon pariwisata suatu negara selalunya tersedia bis pariwisata bertingkat. Bis itu akan berhenti di tiap-tiap spot rekreasi di kota tersebut. Kita cukup bayar sekali dan bisa naik/turun di mana Kita suka. Menggunakan bis ini keliatannya mahal, tapi murah buat Kami yang membawa anak dan tidak fleksibel dengan waktu. Kadang kalau lelah, Kami cukup mengitari kota membawa ke semua tempat wisata sambil menunggu anak tidur. Bis yang dilengkapi dengan AC menjadi tempat pilihan untuk melepas lelah.

Lain hal kalau memang Kita sudah pernah atau mengerti rute dan tempat yang ingin dikunjungi. Menggunakan bis umum atau kereta komuter, pasti lebih hemat.

Kaki bisa gempor kebanyakan jalan kaki. Siapkan stamina prima!

Mengunjungi Objek Wisata

Untuk wisata berbayar, Kami cukup pilih-pilih. Apalagi kalau tampak tidak sesuai dengan anak. Umumnya Kami akan memilih atraksi untuk anak. Museum dan tempat main outdoor/indoor misalnya. Kalau museum ada yang gratis, pasti Kami dahulukan! hehehe

gaya dulu ah di bis (kalau ga salah hahaha)

Tapi hampir semua yang ikonik, Kami cobain sih. Itulah gunanya Kami tabung dari ongkos jalan dan inap. Pada akhirnya plus plos juga hahaha

Kalau yang khas dan tidak ada di Indonesia, Saya tetap coba,
meski berarti budget tambahan. Susah soalnya susun jadwalnya :D

Makanan


Tentu kalau ada yang menarik dicobain! Terutama kalau ada yang halal selain kebab. Maklum, mayoritas, kan, bukan muslim. Tapi segitunya juga eropa cukup ramah buat Kami. Banyak pengusaha makanan asal turki dan sekitarnya yang punya restoran atau toko halal, sehingga Kami bisa makan atau save bawa pulang untuk besok.


Travelling ala Ransel, Bawaan Koper

Selayaknya orang Indonesia, membeli suvenis itu masuk dalam agenda. Meski tidak banyak, tapi bisa jadi ransel Kami akan beranak koper (terbalik keles hahaha). Kalau ingat-ingat pengalaman waktu itu, sayang juga otak bisnis belum ada. Tau gitu bisa open PO buat jasa jastip barang pas pulang ;p
sambil ngebayangin muka bapak yang bete nemenin belanja doang puter-puter toko hahaha
(memang bukan rejekinya ... )

bawaannya sadis yak hahah stroller ini banyak fungsinya, termasuk buat naro barang yang
bererakan pas koper ilang dalam perjalanan pas pake pesawat :p

Apa lagi ya? Kayanya udah semua

Jadi, ini masuk mana? Koper apa Ransel? Pokoknya dimana bisa hemat, dilakukan ... kalau ga bisa hemat berarti kudu nambahin tabungannya dulu. Sabar ya, sampai tahun depan hahaha

So, awal tahun ni, masih bisa nabung buat liburan. Atau intip situs perjalanan dan pariwisata buat cari referensi tempat. Target Kami setelah pulang ini pengen jalan-jalan ke Jawa Timur dan sekitarnya karena banyak sodara.