Gaya Ibu dengan Laptop 2 in 1

Aku masih inget saat komputer pertama datang ke rumah sekitar akhir tahun 90an. Sebuah benda dengan layar bertabung mirip televisi mungil didudukan di kotak besi berwarna sama dan bisa mengeluarkan disket yang berwarna hitam. Di depanku adalah keyboard yang memuat tuts mirip mesin ketik namun sudah lebih canggih. Tuts itu bisa ditekan tanpa perlu menghentakan tenaga. Bisa main game packman, hidup terasa sudah sangat mewah saat itu!

Laptop dan kawan-kawannya. Penunjang gaya Kita!

Lalu berubah trend komputer portable ke laptop. Sebuah mesin dengan fungsi yang sama namun lebih ringkas bentuknya. Bisa muat di tas dan mudah dibawa-bawa. Mengerjakan tugas kuliah bisa fleksibel dengan laptop. Didukung dengan fashion tas laptop yang up to date serta perangkat pendukung seperti earphone, kamera digital dan mikrofon, penampilan kita akan tampil makin gaya ketika bekerja dengan laptopnya.
Tapi teknologi seakan-akan tidak mau berhenti berinovasi. Sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya menjadi nyata. Laptop yang masih menggunakan keyboard dan layar dalam satu bagian ternyata masih kurang simple buat orang jaman sekarang. Dengan mobilitas yang makin padat, orang ternyata malas juga membawa laptop bepergian. Hal itu lebih karena fungsi entertainer yang kurang fleksibel jika membawa laptop. Laptop berat dan tebal jika dibandingkan dengan tablet. Buat saya yang ibu rumah tangga tablet yang ukuran layarnya lebih kecil kecil dari laptop (sekitar 10 inci) dan dengan layar sentuh (tanpa keyboard lagi) sangat praktis dibawa bepergian.

Dewasa hingga anak-anak tersihir dengan kedatangannya. Terasa ada yang kurang ga, sih, kalau orang sekarang tidak bertablet? Harusnya memang tidak! Tapi buat ibu dengan anak-anak yang masih balita dan dibawah usia 10 tahun, menyiapkan sarana entertainer buat anak-anak menjadi perlu. Meski harus digarisbawahi, ya, jangan sampe kecanduan tablet (gadget)!

Ada kalanya anak yang besar ingin main game untuk membunuh kebosanan kala macet di jalan. Demi menjaga mood ibu supir, tablet pun dikeluarkan untuk main game. Bayangkan kalau harus meladeni pertanyaan, "Kapan nyampe, Bu?" setiap 5 menit sekali. Bisa naik darah supirnya.😄😀😄

Ada lagi keadaan anak tidak bisa duduk diam di restoran. Supaya bisa membuka mulut dan duduk manis, semetara gadget pun dikeluarkan supaya suasana santai kondusif.

Sebenarnya bukan hanya untuk alasan di atas, tablet merupakan pilihan untuk dibawa bepergian. Fungsi lainnya adalah untuk menonton online, membaca artikel dan e-book, serta membuka email. Sebagai ibu yang ingin update dengan berita, mengenggam tablet sambil duduk atau tiduran santai bisa jadi atlternatif Me Time mengasikan.

Namun bukan manusia kalau mudah puas. Tablet dirasakan kurang nyaman untuk kerja yang berhubungan dengan ketik-mengetik dan input data. Aplikasi kerja berbasis worksheet pun masih belum friendly jika digunakan di tablet. Dengan kata lain orang pun masih memerlukan laptop untuk keperluan tadi.

Setidaknya Kita punya 2 benda ini di rumah. Masing-masing punya keunikan sendiri.
Bagaimana kalau mereka jadi 1?
Karena itu pula, laptop 2 in 1 hadir!
Laptop jenis ini menyelaraskan kebutuhan akan kerja dan rekreasi. Dengan mode yang bisa berubah antara tablet dan laptop, pemakai bebas memilih sesuai kebutuhannya saat ini. Jika perlu untuk menonton film atau bermain media sosial, maka switch ke mode tablet. Jika perlunya untuk bekerja, dikembalikan ke bentuk laptopnya. Layar dan keyboard ada yang terpisah dan ada yang sebadan dengan tablet dan bisa diputar 360 derajat hingga bisa ringkas saat digunakan.

Kenapa akhirnya saya pun tertarik dengan laptop 2 in 1 ini? Salah satu keuntungannya bobot yang ringan. Bayangkan kalau saya yang ibu dengan 3 anak harus jalan ke mall dengan menenteng laptop dan tablet sekaligus, sungguh tidak simple! Tas bisa tetap modis tanpa keberatan isi. Otot bahu aman dari pegal tak terasa menenteng laptop.

Saya juga termasuk rutin pergi ke Bandung setidaknya sekali sebulan. Karena senang menulis, maka laptop pun saya bawa. Berat laptop biasa ternyata hampir sama dengan berat bawaan baju saya dan anak-anak. Yang bikin rumit ketika berhenti di tempat peristirahatan. Kalau laptop ditinggal di mobil takut hilang, kalau dibawa berat dan ribet.
Namun dengan laptop 2 in 1, itu solusi banget dengan masalah saya tadi. dDengan bobot ada yang kurang dari 2 kg dan ketebalan tipis banget (ga sampe setengah cm) maka nenteng laptop sudah tidak berasa lagi. Bisa masuk di tas dan bahu aman dari keberatan. Justru yang lebih berat gendong anak sendiri😅

Untuk ibu-ibu yang suka rempong juga dengan berbagai kabel charger, bakalan kebantu dengan laptop 2 in 1 ini. Bagaimana ga, bakalan berkurang bawaan kabel yang biasanya rawan ketinggalan itu. Cukup dengan satu kabel saja, laptop dan tablet bisa sharing baterai.
Salah satu tampilan Laptop 2 in 1

Meski tipis dan ringan, jangan dikira kalau laptop 2 in 1 ini akan ketinggalan dalam hal kualitas komponen penyusunnya. Hampir semua laptop 2 in 1 yang saya lihat berotak Intel Pentium genarasi terbaru. So, ga diragukan kepintarannya kalau ini Laptop intel 2 in 1! Mau ngerjain apapun di laptop 2 in 1 ini bisa aja.

Lagi nulis naskah novel di kafe terus tiba-tiba laptop nge-hang karena kepanasan? Ga akan kejadian deh, kaya begitu. Meski tipis, namun komponen pendingin laptop dibuat sedemikian rupa sehingga kuat dengan pemakaian yang lama sekalipun. Tidak perlu bahan yang bikin laptop kita jadi tebal buat cari pendingin, kan?


Most of all, tampilan dari laptop 2 in 1 ini kece abis! Buat yang belum tahu, bakalan bengong liat tablet yang biasanya layar sentuh sekarang bisa bersatu sama keyboard yang desainnya minimalis.
Berasa dapet barang ajaib ga sih?




Sumber informasi:

http://www.yangcanggih.com/2016/07/13/inilah-5-laptop-2-1-tercanggih-yang-bisa-dibeli-sekarang-juli-2016/#e0dS1LHCVagFrBQR.97