Kami bertemu - Indscript dan Elex Media

Memang pulang kampung tahun ini lebih berkesan, lebih heboh tepatnya karena agenda bertambah satu selain agenda utama yaitu berlibur dan bertemu keluarga.

Kehebohan terjadi karena ada agenda promo Love Fate yang pengen dilakukan selagi sempat ada di tanah air.

Dari semenjak Love Fate terbit per 30 Maret 2015 memang belum pernah sekalipun saya, pihak indscript dan editor-marketing elex bertemu. Komunikasi kami hanyalah via email dan facebook. Jadi sudah sewajarnya ketika 3 bulan sudah berselang sejak Love Fate terbit saya punya agenda khusus untuk promosi dan temu muka dengan mereka.

Tujuan pertemuan kali itu memang khusus membahas tentang bagaimana promosi buku, apa harapan penerbit kepada penulis untuk bukunya. Ternyata karena buku yang terbit bisa mencapai ribuan setiap minggunya, maka mau tidak mau memaksa penulis terlibat dalam hal mempromosikan buku karyanya. Dengan kata lain, penulis tak bisa puas hati kalau bukunya sudah terbit tapi perlu usaha lebih supaya bukunya pun laku.

Buat saya, laku bukan bukan hanya unsur materi yang bertambah, namun sesuai tujuan awal menulis agar buku karya saya bisa dibaca banyak orang. Apa artinya ditulis kalau tidak ada yang berkenan membaca? Mendapat komentar dan kritik pun menjadi hal spesial sebagai bentuk perhatian pembaca. Dan selalu membuat saya semangat karenanya.

Nah, bagaimana kira-kira bentuk promosi yang bisa dilakukan oleh penulis dari masukan ketiga komponen ini penulis-penerbit-agen naskah?

Promosi yang mudah dan murah adalah memanfaatkan media sosial; facebook, twitter, path, dsb. Komunitas facebook khususnya adalah komunitas yang paling dekat dan berkembang pesat sebagai sarana "jual beli". Kendala yang sering timbul adalah perasaan malu dan takut dianggap pamer. Selebihnya yang lain adalah karena tidak pede. Namun, semua perasaan negatif tadi kalau dipupuk malah akan mendatangkan kerugian buat kita dan orang-orang pendukung kehadiran buku kita. Komponen-komponen pendukung terbitnya buku bukan hanya kita seorang, tapi ada editor, ilustrator dan orang-orang lain yang mendukung suksesnya buku kita. So, kalau kita biarkan mereka kerja sendiri tampaknya sangat egois.


suasana meeting yang berlangsung santai dan menyenangkan

Selain cara online, tentunya jika memungkinkan perlulah usaha tatap muka. Ada saran jitu dari salah seorang penulis Indscript mba Kiki. Semenjak buku yang dikarang oleh dia dan ketiga temannya mengenai bisnis online terbit, dia secara pribadi sering datang ke seminar-seminar sejenis, bertemu dengan pelaku bisnis. Beliau datang berbekal kartu nama dan mengenalkan diri sebagai pelaku bisnis online yang telah menelorkan bukunya tentang bisnis online tersebut. Alhasil, meski sekarang belum menelorkan buku kembali namun namanya sebagai pelaku bisnis online yang telah memiliki buku menjadi lebih "harum" dan membukakan peluang lain bagi beliau.

Kejadian lucu pun dialami seorang penulis saat dalam perjalan ke pertemuan. Karena saat di perjalanan menggunakan KRL bertemu teman lama akhirnya 1 buku yang selalu dia bawa kemana saja pun laku terjual. Caranya simple, hanya dari percakapan,
"Mau kemana?"
Lalu dijawab, "Mau ke kantor Elex."
"Ngapain?"
"Ada pertemuan dengan penerbit Elex."
"Bikin buku?"
"Iya,"
"Ada bukunya?"
"Nih..." dan langsung plus tanda tangan.
So, penulis harus bawa bukunya kemana saja dan siap untuk hal tak terduga ;)


berfoto dengan my Editor dan tim Marketing Elex...They are very helpful and nice :)

Spesial thanks to Yangkung, Yangti, Hito dan Giska yang sudah baik mau mengantar dan menunggu meeting ibunya. Tanpa kesediaan kalian semua tak terjadi :)