Serunya bikin Book Trailer

Saya termasuk orang yang jarang berkutat dengan aplikasi aneh-aneh, apalagi kalau kurang friendly untuk ibu-ibu banyak kerjaan (rumah) seperti saya. Jadilah keperluannya hanya seputar foto-foto dan langsung upload di medsos, misalnya, yang sering dilakukan.

Mengintip dari kreatifitas penulis lain, ternyata metode promonya seru-seru dan beragam. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah bikin Book Trailer. 

Book Trailer, hampir mirip dengan movie trailer, isinya sisipan gambar atau adegan plus kata-kata yang mengambarkan isi dari buku kita. Kalau menurut saya sih, cara ini menyenangkan sekaligus efektif untuk mengenalkan isi buku secara keseluruhan sebelum terbit. Semacam sinopsis dengan gambar dan lagu akan lebih ketangkap ke ingatan calon pembaca.

Masalahnya ada beberapa, selain belum pernah pakai programnya, juga mikirin juga dari segi copyright dan royalti lagu dan gambar.

Hasil ngobrol dengan para penulis, akhirnya ada bocoran aplikasi yang mereka gunakan. Saya sendiri akhirnya menggunakan aplikasi sesuai yang ada di aplikasi laptop, Imovie. Ternyata mudah lo, buat bikin video sendiri. Saya saja sampe ketagihan bikin saking serunya. Sayang belum ada kesempatan lagi bikin video sekarang.

Nah, untuk pembuatan book trailer, ada beberapa hal yang jadi catatan saya:

  1. Bikin ringkasan buku untuk ditaro di slidenya. Pilih kata-kata yang singkat tapi cukup mewakili isi buku.
  2. Pilih lagu yang earcatchy sesuai tema buku. Kalau genre horor misalkan, kan seru tuh kalau lagunya pake hentaman keras yang bikin suasana sedikit tegang. Saya memilih untuk memakai lagu yang bisa digunakan bebas di youtube. Pengungahnya memang menuliskan bahwa lagu aransemennya bisa dipakai bebas, bebas dari hak copi (copyright) dan bebas royalti. Meski lagunya belum familiar di telinga, namun lagu-lagunya keren.
  3. Begitu juga dengan foto. Saya memilih foto-foto yang dapat didonlot dengan bebas tanpa kedua hak cipta tadi. Cukup banyak, meski ga sebanyak yang harus bayar. Maklum penulis baru ingin meminimalkan cost dulu sebelum lebih profesional lagi ke depannya. Oiya, sebaiknya dikumpulkan dulu seluruh fotonya, ambil yang banyak karena cukup mengganggu mood saat bikin trailer kalau harus bolak balik cari gambar terlalu sering.
  4. Saya mencari logo-logo medsos dan tentunya Elex Media buat nampang disana. Proses editing logo pun berlaku karena halaman logo kita yang membuatnya sendiri. Saya mengguna aplikasi Power Point.
  5. Aplikasi yang saya gunakan bisa mendobel suara, artinya ada 2 suara yang bisa terdengar di satu waktu. Saya iseng juga tuh, memasukan efek suara bayi disitu, namun ternyata hasilnya jadi lebih keren (menurut saya lo hehehe)
  6. Jika sudah siap, bikin akun Youtube dan unggah videonya. Dan siap sebarkan di medsos. Tanpa banyak basa basi di kolom status, copas link dan langsung pesan buku tersampaikan. 
Oiya, saya juga punya pengalaman "muka badak" waktu bikin video ini. Karena waktu itu nemuin lagu beken yang kerasa pas banget jadi backsound buku, sampai-sampai saya cari penyanyinya di medsos. Trus, saya meseg deh, dan bilang kalau saya mau ijin pake buat iklan novel baru saya. Tapi entahlah, sampai sekarang belum ada balesan tuh dari sang artis wakakaka Tak apa lah, untuk saya nemu lagu lain yang cocok juga. Mungkin suatu hari nanti sang artis melirik novel saya hehehe

Saya juga merasa bangga banget bisa bikin book trailer ini. Waktu itu niatnya dibikinin suami yang lebih mau dan suka utak atik gadget dan aplikasinya, tapi kok, pas banget mesin cuci di rumah rusak. Jadilah, suami berjibaku di dapur dan saya sibuk sendiri ma laptop nemenin dia dari tempat lain wahahaha

At the end, saya merasa senang, dengan adanya Love Fate maksa saya buat belajar hal baru. Meski belum perfect, tapi saya pengen selalu belajar di kala bisa. 

Semoga book trailer Love Fate bisa Kalian nikmati :)