Nostalgia Yuk, dengan Cetak Foto Online!

Pasti sering, dong, cekrak-cekrek kiri kanan depan belakang!? Lengkap bergaya manja, sedih, cool atau bahkan silly?
Sekarang pasti lebih sering karena sekarang hape berfitur kamera sudah umum dimiliki. Pada akhirnya tidak akan ada momen yang terlewat sedikit pun.

Makin mudah makin sering pula momen tertangkap kamera. Coba cek, deh, berapa banyak hasil jepretan yang sudah Kamu kumpulkan di hape?

Tidak lengkap hape tanpa fitur camera

Saking banyaknya, bisa jadi masalah kalau tumpukan foto-foto hasil jepret tadi memenuhi sebagian besar memori hape Kamu. Bukan mustahil foto yang sudah dikumpulkan akan hilang karena hape tetiba nge-hang. Syukur kalau fotonya masih bisa diselamatkan, kalau ga? Ehm, menyesallah kemudian!😢
 
Pernah juga kejadian tanpa sengaja menghapus permanen foto koleksi di hape. Kala kejadiannya kaya gitu, langkah terbijak adalah mengikhlaskannya. 

Karena masalah-masalah itulah, Saya bikin survei kecil-kecilan tentang kebiasaan kawan-kawan di media sosial. Saya tanyakan kepada mereka apa yang mereka lakukan dengan koleksi foto di hapenya. Ternytata kalau ditanya tentang kebiasaan berfoto ini luar biasa responnya. Komentar yang masuk lebih banyak dari status lain dan semua komentatornya perempuan.👸 Hal ini membuktikan, bukan main senangnya perempuan ini berfoto!

Punya banyak foto bukan berarti pintar dalam hal menyimpan file foto.  Saya termasuk yang menyesal karena tidak menyusun file foto dengan rapi. Saya hanya mencopi semua foto ke laptop dan eksternal hardisk. Kalau ditanya alasannya klise, tidak punya waktu. Akibatnya, status foto-foto saya tidak jelas; tidak bernama file dan folder. Kalaupun ada hanya berupa kode atau tanggal yang tidak jelas karena sudah lupa peristiwanya. Singkat kata, saya jadi sulit kalau perlu foto di kemudian hari. Paling stress kalau ingin menulis sesuatu dan perlu foto pendukung.
“Perasaan punya foto ini, deh?! Tapi, kok, ga ada!”

Dari survei kemaren ada beberapa tips dan trik untuk mengelola foto-foto yang cukup kreatif.
Yuk, intip satu per satu!

Foto disimpan di beberapa tempat penyimpanan
Biasanya dari handphone langsung pindahin ke laptop dan external hardisk, diatur per folder berdasarkan grup (famili, teman, anak, suami, diri sendiri, saudara) dan ada sub-folder lagi (teman kantor, teman arisan, tetangga, teman di sekolah anak) lalu ada sub dari sub-folder (berdasarkan kegiatan) dan diurut pertanggal – Nila Pratiwi, Penulis
Foto selfie jarang. tapi kalo foto lainnya jawabannya: ga dicetak, cuma simpen di hape. abis itu pindahin ke laptop berdasarkan family & friends sama foto ga ada orangnya berdasarkan lokasi, ...  – Rini Devianty, Ibu Rumah Tangga
Disimpan di hardisk. Tapi sekarang ada juga yang disimpen di FB tapi foldernya only me. Jadi hanya aku yang bisa lihat fotonya. Kuatir bahaya 'ain upload foto wae di sosmed mah. Untung we di FB bisa dibuat jadi only me foldernya jadi aman – Mira Ratna Sari, Ibu Rumah Tangga

Photo yang tidak tersusun ibarat file kertas yang berantakan, sulit digunakan saat perlu!

Managemen penyimpanan foto di hardisk, internal maupun eksternal, dan laptop

Memang perlu waktu khusus untuk merekap foto-foto yang ada di hape supaya aman dipindahkan ke laptop atau hardisk. Di sana, foto-foto tadi diatur sesuai dengan peruntukannya dan tanggal dibuatnya. Ganti nama foto. Atau beri folder baru untuk foto-foto khusus yang susah dikelompokan di folder yang sudah ada.

Segera menghapus foto-foto yang tidak terpakai

Di era hape pintar, penggunanya bisa mudah donlot dan screen shoot foto untuk keperluan tertentu. Misalnya, ambil gambar struk transfer ATM untuk bukti belanja online, ambil gambar ala kadar untuk kasih informasi via whatsup dan sebagainya.
Foto-foto tadi cenderung tidak lagi berguna ketika kepentingan foto sudah ditunaikan. Nah, daripada nimbun foto-foto sisa pakai, alangkah lebih baik kalau foto tadi dihapus segera setelah tujuannya dibuat selesai.
Percaya, deh, foto-foto yang sudah terlanjur ada dan tidak dihapus itu yang justru tidak akan dibuang karena sudah terlanjur banyak dan malas. Jadi menghapusnya secara langsung bisa mengoptimakan fungsi hape kita.

Dicetak

Terus terang, sudah lama banget tidak menggunakan opsi yang satu ini. Alasannya klasik, 
“Ga punya waktu buat ke tempat cuci foto!” 
Beda tipis, kan, antara tidak punya waktu dengan malas?

Tapi dari survei kemarin, jadi tahu kalau foto yang dicetak itu tak mesti selalunya dipajang. Ada kegunaan lainnya seperti alasan para wanita berikut,
Kalo aku masih di cetak, tapi yang kece-kece aja.  Dicetak jadi tempelan kulkas – Catarina Hanung, Ibu Rumah Tangga
Aku masih sering cetak, karena ada tugas sekolah – Rijo Tobing, Penulis
Kadang suka diprint, sih, tapi bukan dicetak ke tukang foto. Cuma print sendiri di rumah. Ga dipajang. Yang diprint cuma buat kartu ucapan dan lain-lain – Rini Devianty, Ibu Rumah Tangga
… Fotonya disimpan aja di dalam Instagram atau di blog atau di cloud. … karena suatu hari nanti pasti perlu. Siapa tahu saya dapat job untuk endorsement dan butuh foto untuk ilustrasi. Nah ... koleksi foto lama bisa jadi alat untuk itu. Ya intinya selfie-selfie itu ya buat nyari duit lah. – Vicky Laurentina, Blogger, Tenaga Medis.

Sebenarnya dengan metode menyimpan serapi apa pun pasti ada resikonya, misalnya hardisk rusak dan gambarnya hilang (makanya perlu ditaruh di beberapa hardisk). Ataupun tempat penyimpanan  di media sosial pun rawan dicuri atau di kemudian hari bisa berbayar. Pada akhirnya, foto yang tidak dicetak hanya akan jadi timbunan file memenuhi hardisk tidak berguna. 

Ada yang mengeluhkan, "Mencetak foto itu mihil, ga perlu, repot, ga praktis, ...."

Semua keluh kesah itu sekarang terbantahkan dengan adanya Idphotobook!
Apaan, sih, itu?
Sudah ga jaman sekarang kalau harus macet-macetan buat nyetak foto selembar dua lembar. Sudah mahalnya di bensin terus mahal juga ongkos cetaknya di studio foto. Belanja yang lain aja bisa online, kenapa nyetak foto ga bisa?

Oleh karena itu hadirlah Cetak Foto Online Mudah Dengan di Idphotobook. Kemudahannya dimulai saat kamu masuk ke website Idphotobook. Di sana akan langsung ada Customer Service (CS) Idphotobook yang siap chatting dengan kamu. Selanjutnya tanpa perlu antri, macet, kepanasan ataupun kehujanan, pilih jenis album yang kamu mau. Terus transfer, serahkan buktinya dan upload foto-foto yang mau dimasukin ke album. Benar-benar mudah, bebas dan praktis!

Soal harga pun ga perlu kuatir. Kisaran albumnya antara 125 ribu rupiah hingga 600 ribu rupiah. Dengan isi album antara 38 – 75 buah foto. Bukan itu aja, Idphotobook akan kasih album hard board berlapis lean master grade A. Tiap halamannya berisi mate paper high quality 150 gram. Dijamin album kamu akan tahan lama dan tahan air.

Album warna-warni bikin semarak hati!

Masih belum cukup? Tampilan foto di album kamu akan sekeren foto-foto di majalah. Soalnya lay out-nya profesional dan cetakan fotonya mewah. Kalau punya impian bisa tampil berfoto bak foto model di majalah favorit, sekarang kamu bisa mewujudkan semuanya sendiri.

Masih belum tergerak buat mencetak foto? Mungkin alasan mereka ini bisa membuat hati kamu lumer,
Saya suka dicetak yang dari hape. Biasanya foto anak-anak supaya mereka ingat masa kecilnya. Jadi bisa buat kenangan – Dwi Astuti, Tenaga Pendidik
Kalau aku seneng cetak foto-foto saat kami family time. Ga samua, sih, beberapa aja atau foto saat mereka bayi - Maria Komala Dewi, Ibu Rumah Tangga 
 ... Dibikin kolase gitu terus dipiguraan. ... Lumayan buat dilihat-lihat lagi kapan-kapan. Komo kalau barudak udah berubah mukanya - Atti Gunawan, Ibu Rumah Tangga dan Pebisnis
Rasanya akan beda melihat foto-foto di album kenangan.
Momen nostalgianya dapet banget!

So, jangan sampe momen berharga hilang atau kurang bisa dinikmati. Apalagi kalau masih maunya menyimpan di hati saja. Karena hati kita belum tentu seluas samudera 😉

Klik disini untuk join Kompetisi Blog